by

Gunung Ceremai Via Apuy

22 April 2017, terlalu malam kami start. Sekitar 21:30 mobil travel yang kita sewa baru digas dari Plaza Semanggi dengan tujuan rumah Tedy di Cirebon. Kami bertujuh berniat menjajal diri di gunung tertinggi di Jawa Barat, Ceremai.

Jalanan tak bersahabat, long weekend berefek ke padatnya tol Jakarta-Cikampek, menyebabkan kita baru tiba di Cirebon pukul 04:00 dinihari. Belum juga belanja logistik keperluan di gunung. Sudah pasti molor jauh dari jadwal. Pukul 13:00 kita baru pergi menuju terminal Majalengka. Dari Majalengka kami sambung dengan mobil pickup menuju gerbang pendakian, Berod.

23 April 2017 ± 16:00. Setelah mengisi perut di warung Pos Berod, langkah dimulai untuk menanjak. Terlalu sore memang. Kami sadar akan menanjak dalam kondisi gelap. Kami sadar dan siap akan itu.

Pukul 20:00, setelah jauh melewati Pos II, kami tiba di area datar (sebelum Pos III) dan memutuskan untuk memasang tenda untuk makan dan bermalam.

24 April 2017 ± 04:00, kami tinggalkan tenda untuk menuju puncak. Trek berat, licin dan terjal tak henti disajikan. Kami mencoba lahap walau kenyang.

Tiba di Pos IV matahari belum muncul. Tedy & Agung memutuskan untuk sholat dulu. Kami yang lain beristirahat sejenak. Dari pos IV menuju pos V, trek semakin terjal. Siksaan lutut semakin terasa.

Pukul ±07:00 kami tiba di Pos V. Disini kami memutuskan untuk beristirahat agak lama. Kebetulan di pos ini pepohonan sudah mulai jarang. Matahari perlahan muncul, menghangatkan tubuh yang semenjak pagi tertutup dinginnya kabut gunung.

Kami tiba di persimpangan Apuy-Palutungan. Disini mulai ramai pendaki lain dari jalur Palutungan. Kami tidak berisitirahat, masih melanjutkan target menuju Pos VI (Goa Walet).

Pukul 09:30 Kami tiba di Pos VI, Goa Walet. Disini lapar dan lelah sudah mulai menyodorkan godaan untuk mundur menyerah. Tapi mereka gagal, kita tetap lanjut.

Pukul 11:00 Kami tiba di puncak. Rasa puas, bangga dan senang melunturkan lelah kami. Puncak Ceremai tidak sedingin gunung-gunung lain. Kami bisa bersantai sampai 2 jam untuk berfoto ria dan menikmati keindahan dari atap Jawa Barat.

Kami sadar harus turun, terlalu lama diatas bisa lupa diri dan mati. Trek turun harus kita tempuh lagi walau berat. Halo lutut, semoga dirimu masih kuat turun kebawah.

Sebuah kisah untuk kita bertujuh. Tedy, Rizal, Ruby, Evan, Agung serta saya dan istri.