Misteri Anjing Dalam Keranjang

Jumat malam kurang lebih sekitar pukul 21:00 gw berencana pulang dari kantor ke rumah. Handphone berdering, terlihat di layar handphone, nyokap yang memanggil. Gw kira cuma pertanyaan biasa, "Pulang malem?" atau "Nunggu macet ya? kok belum pulang?". Tapi kali ini pertanyaan itu gak ada sama sekali. Nyokap tanpa basa-basi langsung menceritakan kejadian yang lumayan bikin gw juga kaget.

Isi perbincangan menceritakan bahwa ada seseorang menaruh dengan sengaja, sebuah keranjang berisi anjing kecil di teras rumah. Cerita nyokap lumayan bikin gw kaget, penasaran dan langsung menerawang dan menerka-nerka. Siapa yang bisa masuk rumah gw, melewati anjing gw si popi yang sifatnya protektif ke orang yang dia anggap belum familiar? Pasti orang yang udah kenal popi dan tahu bahwa keluarga gw suka anjing.

Dari kantor sempet makan dulu bareng rekan-rekan seperjuangan dan sempet teleponan sama pacar (sambil berantem dan agak lama). Beres makan langsung cabut kerumah, menembus kemacetan tol dalam kota. Gila! masih macet aja, padahal udah jam 23:12 (kurang lebih). Keluar tol cawang ramai lancar sampai Karawang (kok kayak jadi twitternya TMC Polda Metro?)

Sampai dirumah, parkir, simpen tas, tanpa sempet ngapa-ngapain lagi, langsung menghampiri keranjang itu. Anjing kecil itu masih di dalam keranjang yang ditutup dengan plastik yang diikat oleh tali plastik. Dia betina dan berwarna coklat :) gemess.

Agak ragu membuka plastik itu. Gw khawatir Popi, anjing gw satu-satunya, bertindak tidak ramah dan menerkam anjing kecil itu. Berpikir selama beberapa menit sambil ngintip isi keranjang. Akhirnya gw ambil gunting, potong tali-tali pengikat agar plastik penutup keranjang tadi bisa dibuka, mengeluarkan si anjing kecil dan membiarkannya lepas di teras.

Dag dig dug. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana sikap Popi. Semua pertanyaan perlahan terjawab.

Si anjing kecil berwarna coklat langsung pipis dimana-mana :)) wajarlah, belom diajarin tata krama oleh penghuni rumah :p. Popi dan anjing kecil saling mengendus (begitulah cara berkenalan anjing, mohon jangan ditiru ke gadis-gadis unyu di kantor anda ya). Eeeh si anjing kecil malah langsung ngajak becanda.

Setiap kali si anjing coklat mengajak bercanda, popi hanya diem aja, kayaknya gak tertarik untuk diajak becanda. Ok lah gw biarin aja dulu beberapa saat biar ga kaku. Sambil menunggu mereka berdua akrab, gw telepon pacar dulu ah, sekalian menyelesaikan berantem yang tadi :p

Sekitar 3 atau 4 menit bicara di telepon, terdengar suara geraman dan kaingan. Oh my God!! Popi menerkam si anjing kecil dengan buasnya. Spontan gw mencoba menyelamatkan si anjing kecil dari popi dan akhirnya membangunkan penghuni rumah. Nyokap ikut mengamankan si anjing kecil, dan aku mengamankan si Popi.

Ini yang gw takutin. Damn! Sedih melihat kejadian barusan. Popi is indeed a jealous girl. Dia tidak bisa menerima kehadiran anjing lain dirumah :(

Terpaksa si anjing kecil di karantina di belakang rumah, dan Popi tetap ditempatkan di teras rumah. Apa yang akan terjadi berikutnya ya Tuhan? Haruskah kuberikan anjing kecil ini ke orang lain? saudara? teman?
Atau haruskah aku menunggu proses mereka berdua akrab?
Dan siapa orang yang seenaknya memindahkan tanggung jawabnya ke orang lain dengan mengirimkan anjing kecil lucu itu kerumahku?

Semua masih misterius dan hanya Tuhan yang akan menjawabnya

TO BE CONTINUED